1 . Apa yang dimaksud dengan
tabungan pemerintah ?
Tabungan pemerintah merupakan
selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. Pengeluaran
pemerintah Indonesia secara garis besar dikelompokkan atas pengeluaran rutin
dan pengeluaran pembangunan. Pengeluaran rutin pada dasarnya berunsurkan
pos-pos pengeluaran lancar dan pos pengeluaran kapital. Pengeluaran rutin pada
dasarnya di keluarkan untuk membiayai pelaksanaan roda pemerintahan sehari-hari
, meliputi belanja pegawai; belanja barang; berbagai macam subsidi (subsidi
daerah dan subsidi harga barang); angsuran dan bunga utang pemerintah; serta
pengeluaran lainnya. Sedangkan pengekuaran pembangunan adalah pengeluaran yang
sifatnya menambah modal masyarakat dalam bentuk prasarana fisik, yang dibedakan
lagi menjadi pengeluaran pembangunan yang dibiayai dengan dana rupiah dan
bantuan proyek.Tabungan pemerintah pada suatu tahun sering dianggap sebagai
berhasilnya kebijakan fiscal baik pengeluaran maupun penerimaan pemerintah
mempunyai pengaruh atas pendapatan nasional.
Contoh
pengeluaran rutin pemerintah:
-
Belanja pegawai
-
Belanja barang
-
Pembayaran bunga utang
-
Utang luar negri
-
Utang dalam negri
-
Subsidi
-
Subsidi BBM
-
Subsidi NON BBM
-
Dan pengeluaran rutin lainnya
2. Apakah besar
inflasi selalu merugi?
Selama ini
kita sering kurang memahami secara utuh manfaat maupun kerugian dari penurunan
nilai mata uang (inflasi) dan kenaikan nilainya (deflasi). Selama ini pemahaman
sepihak yang tertanam dalam benak kita adalah inflasi itu buruk dan deflasi itu
baik. Padahal tidak selamanya demikian. Inflasi bisa membawa dampak positif
bagi kita dan deflasi bisa berlaku sebaliknya. Coba kita renungkan, apa
penyebab harga tanah ataupun properti lainnya cenderung cepat naik nilainya
hanya dalam jangka waktu 5 tahun? Ya, jawabannya adalah inflasi.Dengan semakin
menurunnya nilai mata uang rupiah dan semakin tingginya kebutuhan
tanah/properti maka hal tersebut akan
mempercepat naiknya harga aset tersebut. Demikian juga dengan nilai
emas. Bayangkan jika inflasi di negeri ini hanya sebesar satu persen atau
bahkan nol persen per tahun. Maka investasi Anda di bidang properti atau emas
tersebut akan sangat lambat dan tentu saja lebih beresiko. Oleh sebab itu
sangatlah wajar jika pemerintahan sebuah negara selalu berusaha mengontrol
keseimbangan laju inflasi maupun deflasi. Karena inflasi yang berlebih maupun
deflasi bisa berdampak buruk bagi kondisi perekonomian suatu negara, bahkan
mungkin juga terhadap negara-negara lain yang terkait dengannya. Nah, ternyata
inflasi tidak selalu buruk bukan dan deflasi tidak selalu baik bukan?
Menghadapi hal tersebut tentunya memerlukan pemikiran yang jeli dan cerdas
hingga selalu mampu menjadikannya sebagai kesempatan untuk meningkatkan nilai
investasi Anda.
3. A. Jelaskan
pernyataan dibawah ini :
Dalam penilaian sehat / tidaknya BUMN cenderung bersifat
akuntansi.
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian
mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan
pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam
perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam
mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Akuntansi
bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat
dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan
lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang
terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Salah satu bentuk
penerapan teknik akuntansi sektor publik adalah di organisasi BUMN. Akuntansi
dibutuhkan dalam pembuatan laporan rugi/laba dan aliran kas pada BUMN. Sehingga
penilaian sehat atau tidaknya BUMN cenderung bersifat dari akuntansinya.
B. Siapa yang mempunyai wewenang untuk
menilai BUMN?
• Penguasaan badan usaha dimiliki
oleh pemerintah.
• Pengawasan dilakukan, baik secara hirarki maupun secara fungsional dilakukan oleh pemerintah.
• Kekuasaan penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada di tangan pemerintah.
• Pemerintah berwenang menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
• Semua risiko yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah.
• Pemerintah juga memiliki Akuntan Negara yaitu akuntan yang bekerja pada pemerintah dalam rangka pemeriksaan keuangan pada badan-badan atau lembaga-lembaga pemerintah dan perusahaan negara.
• Pengawasan dilakukan, baik secara hirarki maupun secara fungsional dilakukan oleh pemerintah.
• Kekuasaan penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada di tangan pemerintah.
• Pemerintah berwenang menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
• Semua risiko yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah.
• Pemerintah juga memiliki Akuntan Negara yaitu akuntan yang bekerja pada pemerintah dalam rangka pemeriksaan keuangan pada badan-badan atau lembaga-lembaga pemerintah dan perusahaan negara.
Semua wewenang yang berhak untuk
menilai BUMN hanyalah pemerintah karena BUMN merupakan suatu instansi
pemerintah yang dimiliki oleh negara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar